Warning: file_put_contents(): Only 0 of 117 bytes written, possibly out of free disk space in /home/meliaty/public_html/wp-content/plugins/accesspress-custom-css/accesspress-custom-css.php on line 165

3 Tingkatan dari Impian

Dulu Thomas Alfa Edison memimpikan agar kita memiliki cahaya di malam hari. Saat ini kita memiliki lampu yg menerangi. Dulu Wright bersaudara memimpikan bagaimana caranya terbang seperti burung. Sekarang kita memiliki pesawat yang dapat membawa kita kemana saja kita mau, ke seluruh dunia bahkan sampai keluar angkasa uda bukan hal yg mustahil. Dulu Walt Disney memimpikan sebuah taman bermain untuk anak-anak, sekarang anak mana yang tidak pernah mendengar Disneyland? Dulu semua itu tidak masuk akal, tapi sekarang?

Impianlah yang membuat semua terwujud, tentunya di barengin dengan kerja keras dan terus mencoba sampai berhasil mencapainya. Dan juga, untuk membuat impian pun ada tingkatannya.

Jadi syarat utaka kalau anda ingin sukses, itu adalah anda harus membuat impian. Kalau hidup anda ingin maju, anda harus selalu membuat impian baru. Dengan begitu anda akan hidup penuh dengan gairah, anda akan hidup dengan mempunyai tujuan yang jelas kedepan.

Tetapi tidak bisa membuat impian “sembarangan”. Impian itu pun juga ada beberapa tingkatannya. Sekarang mari kita bahas dulu tingkatan impian yang paling rendah biasa kita sebut impian yang dibuat karena “ikut-ikutan”.

Impian ikut-ikutan ??

Ikut-ikutan adalah seperti kalau biasanya kita melihat teman kita sukses. Kita melihat teman kita maju. Kita melihat teman kita berhasil. Kuta langsung pengen ikut-ikutan.

Kita melihat dia beli mobil, kita juga ingin punya mobil.

Kita melihat dia beli rumah, kita juga ingin punya rumah.

Melihat dia punya ini dan itu, kita juga ikut-ikutan.

Biasanya kalau impian ikut-ikutan, motivasinya itu cepat, mudah panas, tetapi belum tentu kekal. Belum tentu bisa abadi. Karena kita cuma termotivasi sesaat. Ibarat kata pepatah rumput tetangga selalu lebih hijau. Tetapi belum tentu disesuaikan dengan kondisi hidup kita sendiri.

Impian ikut-ikutan ini, ada yang berhasil mencapai impiannya. Tetapi persentasenya yang berhasil sangat kecil.

Sekarang kita bicara yang kedua. Yaitu impiannya berasal dari “keinginan yang kuat”. Atau disebut juga “burning desire”. Impian yang berasal dari keinginan yang membara. Tetapi keinginan yang kuat ini biasanya, cenderung berasal dari rasa sakit hati.

Misalkan, anda ingin punya rumah.Mengapa anda ingin punya rumah?? Karena saya diputus oleh pacar saya. Karena saya tidak punya rumah. Pacar saya ingin lelaki yang punya rumah, sedangkan saya hanya masih ngekos.

Itulah sakit hati. “Saya ingin punya rumah, karena saya ingin membuktikan kepada pacar saya bahwa suatu hari saya akan memiliki rumahm Dan ternyata pacar saya menikah dengan orang lain”. Sakit hatinya double. Suatu hari dia beli rumah yang bagus dan besar, tujuannya untuk pamer ke mantan pacarnya. Impian seperti ini biasanya bisa dicapai. Motivasinya kuat, tetapi sekali lagi kurang kekal dan abadi.

Mengapa? Karena ketika anda sudah mencapai level pembuktian diri, anda berhasil membuktikan, setelah itu ya sudah selesai. Anda tidak semangat lagi, Tidak ada suatu gairah yang bisa membuat anda untuk terus mempertahankan impian anda.

Biasanya impian tingkat kedua “burning desire” ini cukup efektif, tetapi kurang kekal.

Impian yang level paling tinggi, impian level ketiga adalah impian dengan dasar “cinta kasih”.

Kalau impian dengan dasar cinta kasih ini lebih kekal. Contohnya, anda ingin memberangkatkan ibadah kedua orang tua, membawa orang tau anda ke luar negeri. Jadi anda ingin berbakti kepada kedua orang tua. Anda ingin mewujudkan impiannya. Ini impian yang mempunyai motivasi cinta kasih.

Jika dengan motivasi cinta kasih, biasanya lebih kekal. Karena cinta kasih ini tidak berkesudahan. Cinta kasih itu sifatnya lebih lama. Bukan untuk balas dendam, bukan untuk pembuktian diri. Tapi sifatnya itu lebih langgeng.

Contoh impian cinta kasih, mungkin anda ingin membahagiakan anak anak anda. Ketika anda melihat anak-anak anda tidur, masih polos, anda melihat wajah mereka yang lugu. Kalau anda melihat wajah mereka, itu seperti anda memiliki motivasi tinggi.

“Suatu hari saya harus memberikan yang terbaik untuk mereka”.

Karena dasar cinta kasih, hati seorang ayah, hati seorang ibu, ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak. Motivasi ini lebih kekal.

Dan ketika anda berhasil menyekolahkan mereka dengan lebih baik, bukan cuma sampai disitu. Anda ingin hidup mereka lebih bahagia.

Inilah 3 tingkatan Impian

Impian sudah dibuat, ayuk kerja untuk merealisaksikan dan mewujudkan impian anda

Impian saya tercapai dari hanya bekerja dari rumah, yang ingin tau peluang bisnis oriflame yang saya tekunin silakan hubungi saya dari whatsapp 085668223383

Leave a Reply